Pages

Deadliner PARAH!

Haiii haii haiiiii

well, sebnernya aku mau ngeshare beberapa cerita tapi tapi tapiiiiiii ini aku baru benar2 selesai melalui masa UTS.
FYUUHHH
ADA BANYAK sekali ceritaaaa

yang aku akan bahas satu per satu kali yaaaa
heheee
kali ini aku bakal ngebahas salah satu story-ku yanggg
entah sejak kapan, bagaimana ceritanya aku jadi seorang deadliner.

seseorang yang ngumpul tugas/ngerjain tugas di menit2 terakhir.

hmphhh
sebenernya nggak ada masalah, ketika nggak dipermasalahkan kan?

iyaaapp kenyataannya selama ini memang meskipun aku ngerjain tugas mepet2, pasti selesai.
CUMA
konsekoensinya kadang jadi panik, kadang cemas nggak selesai, daaaannn merelakan waktu tidur.
iyaa jadinya sering nggak tidur.

Aku nggak tau apakah ini sudah mendarah daging atau gimana, karena aku selalu berusaha nyicil buat ngerjain tugas, ngerjain laporan, dll. TAPI, ujung2nya tetap benar2 aku selesaikan di jam2 menjelang pengumpulan tugas.

Aku sendiri nggak tau kenapa ketika mau ngerjain tugas, tapi masih ada perasaan nggak sreg ya ngerjain tugas malah jadi nggak produktif.
APAKAH aku memang "produktif"nya ketika menjelang deadline?
ENTAH
tapi yang aku tau, yaaaa meskipun aku selalu "lulus" dan "berhasil" mencapai target2ku, tapiii tetpa saja rasanya melelahkan. hahahha
kalo TAU LELAH, Kenapa tetap di lakukan????
nahhh ini dia.

aku nggak ngerti.

aku tau kalo setiap orang punya cara dan tipe nya masing2 dalam bekerja.

pernah ada yang bilang sama aku, kalo aku itu orang yang powernya baru bakal mengalir ketika berada di bawah tekanan.
hmphhhhhhhhhhhhhhhhh
apa benar?

atau sebenarnya aku adalah orang yang tipe atau cara nya dalam menangani stress atau dalam keadaan tertekan itu dengan coping stress yang berfokus pada emosi?

entahlahhhhh

padahal sebenernya enak kalau bisa santai2 setelah ngerjain tugas kaaannn
tapi..
aku tu kadang seolah2 "bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian"
HAHAHA

untungnya aku selalu lulus ya kemarin2.
bahkan di lomba menulis essay, yang aku kerjakan H-2 jam sebelum pengumpulan, aku juara 1 (meskipun aku ngerasa nggak maksimal)
IYA sama.
ngerjain skripsi, ngumpul skripsi, ngerjain proposal kuantitatif, kualitatif, project mata kuliah pilihan. S1 aku lalui dengan jarang tidur
gimana dengan S2 ini?
hahahaa
justru aku banyaakkkk tidur :")
tapi gabisa kalo ngerjain laporan kasus dlm keadaan ngantuuukkk
AKU lelaaaahh wkwkwkkw
gimana donk?

iyaaaa Aku tau kalo sebenernya ini tentang pengaturan waktu saja kannn?
bagaimana kamu bisa manajemen pikiran dan perasaanmu

Iya, Kadang mood ku itu bisa mengalahkanku.
"aduhh ngantuk, aduh mager, aduh ngantuk, aduhh males ngetik, aduh gaada ide"


PADAHAL aku tau apa yang musti aku ketik, aku tau apa isi laporanku. TAPI seringnya hati dan pikiran tidak sejalan.

pikiran bilang "ayo diketik laporannya!" iyaaa udah di depan laptop, tapi tiba2 BLANK
mandeg.
dan hal lain justru lebih menarik untuk dilakukan.

ujung2nya malah jadi prokastinasi.
penundaan penundaan.

hinggaaa, ketika Benar-benar dibutuhkan baru semua TERCIPTA, TERLAKSANA.

OH GOD!

ada satu cerita di magister profesi psikologi ini yang ngebuat aku jadi banyak berpikir dan memahami diri.

ada suatu cerita dibalik tugas assesmen 1.
tugas assesmen 1 ini tentang observasi dan wawancara.
aku kebetulan nerima klien yang menurutku kasus nya jarang. Kasus anak, anak laki2 11 tahun suka pegang payudara ibunya. SUMPAH ini kasusnya bikin capek banget. capek mikirin teori yang tepat buat ngejelasin perilaku anaknya.
aku ke perpustakaan, ke ruang baca, diskusi sama senior (seniornya juga bingung), nanya dosen (tapi tidak dikasi jawaban yg pasti). AHHH!
karena kalo nggak punya landasan teori yaaa gimana mau observasi dan wawancara?

akhirnya aku melakukan banyakkkkkk penggalian data. ke ibu si anak, ke bibi, ke sekolah, daaann akhirnya aku bisa wawancara anaknya.
UDAH nemu? nggak juga hahahha

pengen bilang "DUH kalau ini nggak perlu dibuatin laporannya, secara informal aku bisa ngejelasin anak ini kenapa, penyebabnya gimana, intervensinya apa" (gils songong amat yaaakk)
BUT
aku calon psikolog yang lagi jadi mahasiswa magister psikologi profesi lho ini.
GAK BISA MACEM ITU.
hahaha

tapi seriusan. karena kudu dibuat laporannya lahhhhh jadinya tampak begitu rumit (MENURUTKU)

DAAAAANNN
mana ada cerita aku ganti klien kasus dewasa PULA. gimana ceritanya? khusus utk klien dewasa ini aku ceritain secara khusus ajaaa nanti yaaaaaaa
tapi aku cukup menghargai diriku yang melakukan assesmen observasi dan wawancara kasus HANYA dalam waktu 1 minggu (sementara temen2ku mungkin 3 mingguan)

akhirnya gimana?
H-1 aku masih ngubek2 teori. LAPORAN selain yg teori udah di ketik? BELUM. hahaha
LAMPIRAN Udah? BELUM
DUH ketika pikiranku masih sibuk, tanganku malah nggak kerja.

nah ini aku lagi belajar kerja sambil mikir, mikir sambil kerja.
FUHHHH

akhirnya H-1 aku nginep di kos nya Asti. jam 10 baru mulai mengerjakan keluhan, riwayat kasus, anamnesis, riwayat, riwayat dan riwayat, hasil observasi dan wawancara. jam 12 menidurkan diri, jam 2 bangun ngerjain lagi. Gimana dengan asti? Sama. dia juga belum kelar. hehehe tapi dia blum kelar karena abis dari jogja (#rasionalisasi)
jadi aku sama asti saling membangunkan diri.
asti bangunin aku, aku bangunin asti.
akhirnya jam stngah 5 gitu laporan kasus dewasa ku kelar. tapi belum lampirannya. DAAANN lampirannya itu yang buanyaak. hahahha
well aku capek banget waktu itu, ngerjain laporan itu bner2 ngebuat fisik dan mentalku LELAH
aku terduduk, pingin nangis ngerjain laporan kasus Anak itu, dan ujian dimulai jam 9 pagi.
NICE!
aku tau aku masih mahasiswa. nggak ada laporan yang sempurna.
pikiranku saat itu hanyalah agar laporanku KELAR dan bisa aku PRINT.
blum lagi ngebuat presentasi.
OH GOD!
gini banget yaakk proses jadi psikolog.

hahaha klien2ku di luar sana ketika aku jadi konselor freelance mungkin nggak pernah nyangka proses apa yang aku alami selama ini.

jam stngah 9 pagi saat itu, laporanku hampir selesai.
asti masih di kasur, masih mengerjakan dan mengatakan "kayaknya aku bakal masuk jam 10 deh, aku presentasi besok aja deehhh ya Tuhaan"
tapi kalo akuuuuu
nggak! segimana je kurang2nya laporanku, aku bakal ngumpulin.
minimal aku hadir di kelas membawa laporan.
 jam 9 lewat 5 aku baru slesai ngeprint.
belum di susun! aku ngchat di group kalo aku ngaret. temen2 bilang udah ada dosen.
aku buru2 ganti baju, membersihkan diri, dan kemudian ngebut ke kampus.
09.20 aku sampai di kelas dengan tergopoh2.
sudah ada yang presentasi, bahkan menjelaskan tentang "kesimpulan awal"
saat itulah aku ngerasa kalo AKU GAGAL.
aku nggak tau gimana sistem presentasi saat itu, tiba2 udah ada yang menggantikan aja.
pada saat itu aku TAKUT BANGET.
iyaaa takut nggak boleh ngumpul tugas, takut nggak bisa presentasi, takut ditegur, takut nggak lulus :")
karena jaman aku S1, NGGAK BOLEH telat ujian!
aku melihat sekeliling, asti dan cek nis blum tampak.
perlahan2 aku benerin susunan2 laporanku, dengan tetap berusaha memperhatikan yang presentasi.
dalam hati mikir, "gimana caranya nanya ke temen2 ya?"
aku duduk di pojokan belakang, satu deret sama 2 dosen.
bergerak sedikit pasti diperhatikan.
DAN LAGI
merek (dosen) itu psikolog yang profesional, mereka pasti ahli melihat perilakuku.
hahaha
mungkin mereka tau kalo aku cemas :")

beberapa menit kemudian aku tau kalo ternyata laporannya dikumpul cuma 1 pasang. dan aku udah FC rangkap 2 coba.
hmphhhh
OK.
aku lelah sekali waktu itu. belum makan. kedinginan karena AC.
untung masih inget bawa kacamata.
dalam hati mikir "kapan aku ngumpulin laporannya yaa"

kemudian asti tiba.
dia bertanya tapi ya aku bilang aku blum ngumpul laporan.

hmpphh dosen2nya juga membahas kasus temen2 menurutku masih santai (dibandingin ketika hari ku presentasi).
iyaa ternyata udah dibagi jadi 2 kelompok gitu. dan aku kebagian presentasi esok harinya.

aku lega.
karena aku tau bahwa aku boleh ngumpul laporan dan aku boleh presentasi.
OH BETAPA BAIKNYA DOSENKU
betapa baiknya alam semesta!!!

tapi emang aku masih lemes abis kelas. hahaha

iya temen2 banyak yang nanya kenapa aku bisa sampe ngaret, tumbeeenn
lah iya, karena kita temen2 di klinis itu hampir selalu datang minimal 1 jam sebelumnya.
bahkan ketika kelas yang tiba2 dimajukan oleh dosen secara tidak sengaja, kita hadir dengan formasi lengkaaapppppp


dan ttg deadliner lagi... singkat cerita aku menyelesaikan PPT juga detik2 menjelang presentasi.
satu minggu setelah ujian hari senin adalah pengumpulan revisi, dan aku kembali mengulang pola yang sama, iyaaa aku menyelesaikan nya H- beberapa jam deadline!

OH God!!!
kenapaaaaaaa??

hahahaha
tapi aku bersyukur aku masih hidup.

aku bersyukur aku masih bisa bertahan dengan semua unstable mood yang aku punya.
aku sendiri sudah tau semua resiko dan konsekoensi yang aku miliki,

aku harap aku lulus. iya, aku mau lulus dan aku butuh lulus.

HMPHHH

tetiba aku tersadar bahwa...
aku calon psikolog.

aku sendiri nggak tau ini masalah atau bukan.
TAPI, sistem kebut semalam ini sebenarnya nggak baik untuk ditiru.
aku kadang ngerasa nggak maksimal, kadang aku menyerah.

tapiii seorang teman kemudian menyadarkanku bahwa, memang aku salah, dan aku harus mengakuinya.
aku salah, aku mengakuinya.
aku menerimanya.
aku memperbaikinya.

Iya, yang aku tau memang semua memang terjadi berdasarkan kebutuhan, bukan berdasar pada apa yang kita inginkan. 
mungkin  memang ini yang aku butuhkan :)

tapi benar, untuk menjadi seorang psikolog itu aku belajar bahwa kita harus tenang,
kita butuh tenang dan sabar

iya, senin depan ini udah mulai pelajaran lagi, udah mulai assesmen 2.
aku tau dan aku sadar tubuhku sudah banyak belajar.

jadi psikolog itu kudu bisa ngendaliin hati dan pikiran.
menyeimbangkan logika dan perasaan.
kamu nggak bisa ngikutin moodmu selalu, kamu gak boleh terlalu idealis.
kudu REALISTIS.

hmphh
okeee sampai bertemu di posting berikutnya.
iyaaa aku punya banyaakkk cerita yang ingin (dan mungkin butuh) aku bagi.

see you,

calon psikolog yang sedang berproses dengan diri sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com